Dashboard
Banner

Panduan Teknis

Alangkah baiknya bagi anda untuk mempelajari sedikit panduan teknis yang diterangkan dibawah ini, agar membantu anda dalam menggeluti hobby aeromodelling.

Skema Elektrik Sederhana Pada Pesawat RC
skema elektronik pesawat rc www.debemo.com

Memasang Connector Baterai & ESC
ESC mempunyai kabel cabang 2untuk disambungkan dengan baterai, dan kabel cabang 3 untuk disambungkan dengan motor.

Pastikan connector baterai yang berwarna merah bertemu dengan connector esc yang berwarna merah, begitu juga dengan connector baterai yang berwarna hitam bertemu dengan connector esc yang berwarna hitam.

* kesalahan/terbalik pada pemasangan ini dapat menyebabkan konslet/kerusakan pada esc anda, lakukan dengan hati-hati.

Memasang ESC Ke Motor
Esc kabel cabang 3 inilah yang dipasangkan ke motor anda, apabila anda ingin merubah putaran motor, maka rubah kabel yang terpasang dengan cara meng cross :

MOTOR             ->             MOTOR               atau         MOTOR
kabel                                    kabel                                      kabel
1        2        3                        1        2        3                        3        2        1
^       ^        ^                         ^       ^        ^                       ^       ^        ^
1        2        3                        3        2        1                       1        2        3
kabel                                    kabel                                      kabel
ESC                                       ESC                                        ESC

Memasang ESC ke Receiver
Pasang lah kabel 3 warna (kabel kecil) esc kepada receiver, dipasangkan pada channel throtle yang biasanya pada channel 3 di receiver, dan biasanya warna putih atau orange menghadap sticker pada receiver.

*Kesalahan/terbalik terhadap pemasangan biasanya tidak menyebabkan kerusakan pada esc atau receiver, namun biasakanlah melakukannya dalam keadaan power off.

*tidak diperkenankan menyambung secara langsung baterai kepada receiver, pergunakanlah esc yg built in bec/bec untuk sumber power receiver karena dapat menyebabkan kerusakan pada receiver.

Binding Receiver Dengan Remote
1. Rangkailah segala elektronik secara benar baterai->esc->motor (pasang tanpa propeller) dan receivernya.
2. Pasanglah kabel bind (berwarna hitam) pada receiver pada channel yang disediakan,
biasanya pada channel receiver terdapat tulisan Bind atau Batt.
3. Sambungkan/nyalakan baterai ke esc.
4. Pada lampu kecil receiver akan terlihat kelap-kelip.
5. Nyalakan remot (pastikan throtle pada posisi mentok kebawah) sambil menekan tombol bind pada remot anda.
6. Biarkan beberapa saat, sampai lampu yg ada pada receiver menyala secara konstan dan tidak kelap-kelip, setelah menyala konstan barulah lepas tombol bind pada remot anda.
7. Setelah lampu receiver menyala secara konstan, cabut baterai dari esc / matikan.
8. Matikan remote anda.
9. Cabut kabel bind pada receiver.
10. Kemudian nyalakan remote (pastikan throtle pada posisi mentok kebawah).
11. Nyalakan kembali /sambung kembali baterai kepada esc.
12. Selesai, anda dapat mencoba mengerakan tuas throtle pada remote dan liat reaksi pada motor.

Daftar Channel Pada Pesawat 4 channel
- Channel 1 Aileron (sirip dibagian sayap mengatur fungsi roll)
- Channel 2 Elevator (sirip dibagian buntut pesawat mengatur fungsi up down)
- Channel 3 Throttle/esc (gas atau pengatur kecepatan)
- Channel 4 Rudder (sirip vertikal buntut pesawat mengatur fungsi kanan kiri)

Daftar Channel Pada Pesawat 3 channel
- Channel 2 Elevator
- Channel 3 Throttle/esc
- Channel 4 Rudder – pasang pada channel 1 Aileron

Memasang Propeller Pada Motor
1. Propeller didepan pesawat (tractor):
Pastikan sisi lengkung propeller menghadap pesawat, dan dorongan angin dari depan menuju kebelakang.
motor depan
2. Propeller dibelakang atau ditengah pesawat (pusher):
Pastikan sisi lengkung propeller menghadap belakang pesawat, dan dorongan angin dari depan menuju kebelakang.
motor pusher
*Apabila dorongan angin bukan dari depan pesawat menuju kebelakang, maka lakukan cross kabel pada motor anda sebagaimana telah diterangkan keatas.

Menimbang CoG/CG pesawat
Gunakanlah jari anda untuk menopang pesawat anda pada titik 30% lebar sayap kanan dan kiri diukur dari ujung depan sayap pesawat, lakukan penyesuaian berat pada pesawat anda (biasanya dilakukan penggeseran baterai, maju atau mundur) agar pesawat seimbang, agar tidak berat kebelakang (tail heavy) atau berat kedepan (nose heavy).

cg pesawat

Tidak wajib tapi diperbolehkan
cg pesawat 2
Pemasangan Servo Pada Aileron
Pemasangan servo pada aileron ada 3 jenis :
1. Menggunakan 1 servo pada 1 channel di receiver, menggunakan 2 tuas pada satu servo untuk menggerakan aileron sayap kiri dan kanan. lihat gambar dibawah ini
1 ch 1 servo 2 tuas
2. Menggunakan 2 servo pada 1 channel di receiver, menggunakan 1 tuas pada aileron sayap kanan dan menggunakan 1 tuas pada aileron sayap kiri, dan menggunakan sambungan kabel Y ke receiver.
3. Menggunakan 2 servo pada 2 channel di receiver, menggunakan 1 tuas pada aileron sayap kanan pada channel 1 di receiver dan menggunakan 1 tuas pada aileron sayap kiri pada channel 5 atau 6 direceiver, harus di tunjang dengan radio yang mempunyai fitur mixing.

Pemasangan Servo Pada aileron, 2 Servo Dan Kabel Y

Pemasangan yang benar :
Pemasangan yang benarPemasangan yang benar

Pemasangan yang salah :

Melakukan Paralel Baterai Lipo
Paralel 2 buah baterai lipo 3s 11.1v 2200 mah = 3s 11.1v 4400 mah
Paralel 3 buah baterai lipo 3s 11.1v 2200 mah = 3s 11.1v 6600 mah
dan seterusnya

Melakukan Serial Baterai lipo
Serial 2 buah baterai lipo 3s 11.1 v 2200 mah = 6s 22.2v 2200 mah
Serial 3 buah baterai lipo 3s 11.1v 2200 mah = 9s 33.3v 2200 mah
dan seterusnya.

Mengenal Baterai Lipo
1 sell lipo = 3,7v, 2 sell lipo = 7,4v, 3 sell lipo = 11.1v dan seterusnya.
Contoh : Baterai lipo 3s (11.1v) 2200 mah 20c
secara teori 1c = 2,2 amp
20c = 44 amp
Akan tetapi pada umumnya kemampuan baterai dibawah dari spesifikasi yang tertulis.

Down And Right Thrust Sudut Motor
Untuk pesawat yang menggunakan baling-baling didepan (moncong pesawat) diwajibkan untuk melakukan down and right thrust (tidak boleh lurus) pada posisi pemasangan motor anda, sehingga pemasangan motor anda harus agak condong ke kanan dengan sudut cukup 2 derajat, dan agak condong kebawah dengan sudut cukup 2 derajat.
- Apabila pemasangan motor kurang down thrust yang terjadi adalah pesawat anda akan terbang seperti huruf “O” atau looping (atas kebawah).
- Apabila pemasangan motor kurang right thrust yang terjadi adalah pesawat anda akan terbang condong kesebelah kiri.
Hal yang biasa dilakukan adalah mengganjal baut motor mounting anda dengan mur atau ring sehingga posisi motor anda mencapai sudut kebawah 2 derajat dan kekanan 2 derajat.

Tips Pemakaian Baterai lipo
1. Pemakaian baterai jenis lipo agar tidak berlebihan (tidak digunakan sampai kosong), gunakan sesuai waktu terbang yang sesuai konfigurasi elektrik anda, apabila anda memakai terlalu berlebihan maka akan menyebabkan kerusakan pada baterai atau baterai menjadi kembung.
2. Jangan simpan baterai anda dalam keadaan kosong atau penuh dalam waktu yang lama, usahakan voltase persel 3.7 V – 3.8 V untuk disimpan, atau gunakan fitur storage pada charger digital anda.

Tips pemakaian ESC Pada Pesawat
1.Pasang esc pada bagian luar pesawat agar dapat membantu pendinginan esc, apabila esc dipasang didalam pesawat pastikan ada udara masuk dan keluar sehingga udara panas dalam pesawat dapat terbuang.
2. Gunakan Watt Meter untuk mengetahui tarikan listrik amper motor, apabila konsumsi motor melebihi batas max amper esc dapat menyebabkan kerusakan pada esc.
3. Lakukan penyetingan esc sesuai konfigurasi anda, seperti : jenis baterai, cut off treshold, cut off mode, start mode, timming dll untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Tips Penggunaan Propeller dan Motor serta perawatannya.
1. Pergunakan propeller sesuai dengan rekomendasi motor.
2. Apabila motor terasa panas berlebihan (terlalu panas untuk dipegang dengan tangan) maka turunkan ukuran propellernya, misal : sebelumnya ukuran 8×4 sangat panas, turunkan menjadi 7×4.
3. Lakukan setting esc anda sesuai dengan spesifikasi motor dan baterai (untuk esc yg dapat di program) dalah hal jenis baterai, timing, brake dan lain-lain untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
4. Pastikan kebersihan motor anda, terutama setelah crash, apabila ada kotoran atau batu atau tanah yang mengganjal dapat menyebabkan motor menjadi panas.
5. Pastikan Shaft (as) dan bearing dalam keadaan baik dan lancar.

Menghitung Flight Time Yang Ideal
-Pergunakan watt meter untuk mengetahui konsumsi listrik motor terhadap amper baterai pada saat throtle 50%, 75% dan 100% sesuai dengan gaya terbang anda.
Contoh/misal :
1. Baterai 2200 mah, hasil watt meter throttle 50% = 10amp, jadi 2,2/10×60 = 13.2 menit waktu ideal terbang atau aman.
2. Baterai 2200 mah, hasil watt meter throttle 75% = 15amp, jadi 2,2/15×60 = 8.8 menit waktu ideal terbang atau aman.
3. Baterai 2200 mah, hasil watt meter throttle 100% = 18amp, jadi 2,2/18×60 = 7.3 menit waktu ideal terbang atau aman.
- Atau anda dapat menggunakan teknologi telemetry, dimana sistem komputer akan mengirimkan salah satu informasi seperti kapasitas baterai yang tersisa, konsumsi amper motor dan lain-lain secara real time.

 

Salam Aeromodelling,

DEBEMO.COM